LAYANAN KESEHATAN BAGI MAHASISWA MAGISTER PENDIDIKAN MATEMATIKA (Berlaku untuk Semua Civitas Akademika UAD)

Sebagai salah satu bagian dari civitas akademika kampus Universitas Ahmad Dahlan, mahasiswa pada program studi Magister Pendidikan Matematika dapat mengakses beberapa layanan kesehatan di dalam lingkungan UAD seperti:

  1. Klinik

Layanan poliklinik kampus UAD terletak di dua lokasi, yaitu di kampus 4 (lantai 4) dan kampus 1 (lantai 1). Di poliklinik ini tersedia beberapa layanan kesehatan yang meliputi praktek dokter umum, dokter gigi, maupun obat-obatan yang bisa diperoleh secara gratis dengan menunjukkan kartu mahasiswa (KTM) UAD. Jika terdapat keadaan yang mengharuskan mahasiswa dirawat inap di RS mitra UAD, mahasiswa bisa mendapatkan bantuan biaya maksimum Rp 800.000 dengan menunjukkan kartu Dana Sehat Muhammadiyah (DSM) terlebih dahulu.

Kemudian untuk layanan di poliklinik 1 sendiri, layanan dibuka pada jam kerja (Senin-Kamis pk. 7.30-14.00, Jumat pk 07.30-11.00, Sabtu pk. 7.30-13.00). Sementara untuk prakter dokter, dibuka hanya 1 jam setiap harinya (Senin-Kamis). Untuk konfirmasi jadwal bisa ditanyakan melalui nomor telpon (0274) 563515 dengan extension ext.1173 untuk poliklinik kampus 1, dan ext.41519 untuk poliklinik kampus 4.

Secara umum, layanan pemeriksaan di poliklinik UAD dapat diakses melalui alur berikut:

Meskipun demikian, ada beberapa jenis layanan yang tidak dapat tercover oleh layanan ini sepertii:

a.) Alat bantu kesehatan: korset, kruk, kursi roda, dan lain-lain.

b.) Pelayanan kesehatan diluar jarigan pelayanan atau yang tidak ditunjuk oleh Dana Kesehatan Muhammadiyah DIY.

c.) Beberapa terapi sebagai berikut:

  • Radio therapy
  • Tindakan yang dilakukan Dokter Spesialis
  • Hemodialisa
  • Poli Kandungan/Kebidanan (periksa kehamilan)
  • USG Kehamilan
  • Imunisasi
  • Circumcision/khitan
  • Sterilisasi dan segala akibatnya
  • Semua usaha untuk mengatasi ketidak suburban dan kecantikan
  • One Day Surgey (perawatan bedah 1 hari)
  • ESWI (pemecahan batu ginjal)
  • Penyakit gangguan jiwa
  • Penyakit kelamin
  • Penyakit akibat penggunaan obat terlarang dan alcohol
  • Usaha bunuh diri
  • Pembersihan karang gigi dan perawatan gigi (perawatan syarat, kawat gigi dan koreksi tulang)
  • Biaya transport pasien
  • Generale check up

 

  1. Apotek

Selain layanan kesehatan klinik, Universitas Ahmad Dahlan juga memiliki Apotek yang tersebar di dua lokasi yaitu di  Jl. Cendana No.9 A, Semaki, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55166 dan Jl. Prof. Dr. Soepomo No.59, Kel. Janturan, Kec. Umbulharjo, Warungboto, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55164. Apotek UAD menyediakan obat-obatan yang bermutu sebagai peningkatan kesehatan mahasiswa dan karyawan UAD dengan memberikan informasi kesehatan dan pemeriksaan laboratorium untuk pengecekan gula darah, kolesterol, asam urat, dan tekanan darah secara gratis (dengan menunjukkan KTM).

  1. Dana santunan UAD

Santunan dana sehat yang pelaksanaannya diatur dalam Surat Edaran Wakil Rektor III No. III/006/SE/2010 ini merupakan jaminan asuransi bagi civitas akademika UAD termasuk di dalmnya mahasiswa, melalui kerjasama dengan Asuransi Jasa Raharja.

  1. Dana Sehat Muhammadiyah (DSM)

DSM merupakan jaminan kesehatan bagi civitas akademika UAD yang bekerjasama dengan beberapa mitra Rumah Sakit seperti yang disebutkan dalam peta alur di popin 1. Kartu DSM ini dapat digunakan untuk memperoleh bantuan dana yang meliputi:

  • Biaya rawat inap : Maksimal Rp 800.000,-
  • Biaya perawatan IGD/poli umum : Rp 160.000,-
  • Laboratorium (urun rutin/darah rutin) : at cost
  • Radiologi (non kontras) : at cost
  • EKG : at cost
  • EEG : Rp 100.000,-
  • USG non kehamilan : Rp 100.000,-
  • Santunan obat : Rp 30.000,-

Bagi mahasiswa yang ingin menggunakan fasilitas Dana Sehat Muhammadiyah (DSM), dapat menghubungi Biro Finansial dan Aset (BiFAS) terlebih dahulu untuk memperoleh Kartu DSM dan surat pengantar berobat dengan membawa rekomendasi dari dokter yang memeriksa.

  1. Ambulance UAD

Fasilitas kesehatan yang bisa diakses oleh mahasiswa UAD juga termasuk mobil Ambulance yang dapat digunakan sewaktu-waktu jika diperlukan.

 

 

Lulusan Magister Pendidikan Matematika FKIP UAD IPK 4,00

Lulusan Magister Pendidikan Matematika FKIP UAD dengan IPK 4,00 membuktikan bahwa belajar matematika tidak sulit. (Suparman)

YOGYAKARTA, pojokmalioboro.com – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan wisuda secara luring, Sabtu (11/9/2021), di Kampus Utama, Jalan Ahmad Yani Lingkar Selatan, Tamanan, Bantul. Wisuda luring ini merupakan yang pertama kalinya sejak pandemi Covid-19 di Indonesia.

Seperti dijelaskan Kepala Biro Akademik dan Admisi (BAA) UAD, Dr apt Wahyu Widyaningsih, M.Si, wisuda luring ini menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Wisudawan pun diminta untuk tes bebas Covid-19 dan tidak ada pendampingan dari orang tua atau wali. Selain itu, antar-jemput wisudawan juga diatur agar tidak menimbulkan kerumunan.

Rektor UAD, Dr Muchlas, MT, mengatakan, banyak wisudawan yang menginginkan wisuda secara langsung.

“Alhamdulillah hari ini bisa terlaksana setelah beberapa kali tertunda karena pandemi Covid-19. Kami juga mengimbau wisudawan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan Satgas Covid-19 UAD untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan orang lain,” kata Muchlas.

Dikatakan Muchlas, wisuda merupakan starting point pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahun dan teknologi yang telah diperoleh dari UAD.

“Dinamika masyarakat yang terus berkembang perlu dihadapi dengan kemampuan adaptasi yang baik dengan selalu menambah berbagai keterampilan yang dibutuhkan dunia industri, usaha, maupun profesi,” tandasnya.

Sebagai lulusan UAD yang telah dibekali dengan berbagai pengetahuan, ketrampailan dan khususnya nilai keislaman, Muchlas berharap wisudawan dapat menjadi teladan bagi lingkungan saat berkiprah.

Selain itu, pembentukan mindset Islamic leadership bagi lulusan UAD diharapkan dapat mengantarkan wisudawan untuk berperan menjadi bagian dari kepemimpinan lokal, nasional, dan bahkan internasional.

Alumni UAD senantiasa menjunjung tinggi nama baik kampus dengan menggelorakannya melalui kiprah pengabdian yang produktif, profesional, dan bermanfaat bagi sesama. “Hal tersebut menunjukkan nilai keunggulan UAD dan lulusannya,” kata Muchlas.

Di sisi lain, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UAD, Prof Dr Marsudi Triatmodjo, SH, LLM, menerangkan, dengan semakin bertambahnya kepercayaan dari masyarakat dan pemerintah, UAD senantiasa memberikan yang terbaik bagi bangsa.

Kata Marsudi, UAD terus mengembangkan tata kelola universitas yang baik. “Keberhasilan ini membuat UAD memiliki dosen dan tenaga kependidikan serta sarana dan prasarana yang berkualitas yang pada akhirnya menghasilkan lulusan yang baik yang siap bekerja,” kata Marsudi Triatmodjo.

Wisuda luring kali ini diikuti 596 orang terdiri 539 wisudawan S1 dan 57 wisudawan S2. Jumlah wisudawan cumlaude mencapai 378 orang. Rata-rata indeks prestasi kumulatif (IPK) S1 adalah 3,56 dan rata-rata wisuda S2 adalah 3,77.

Di antara wisudawan S2 UAD yang meraih IP tertinggi adalah Andreast Wahyu Sugiyarta dari Program Studi Magister Pendidikan Matematika FKIP yang meraih IPK 4.00.

Tesis yang dibuat Andreast Wahyu Sugiyarta dari Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, adalah “Pengembangan e-Modul Program Linear dengan Pendekatan Computational Thinking untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Slow Learner“.

Adapun yang melatarbelakangi Andreast Wahyu Sugiyarta untuk membuat judul tesis tersebut karena materi program linear yang lumayan sulit untuk dipelajari siswa. “Terutama siswa slow learner karena materinya yang terlalu kompleks,” terang Andreast, Minggu (12/9/2021).

Sehingga, lanjut Andreast, perlu dipecah menjadi bagian yang kecil-kecil dan diberikan secara berulang-ulang dengan menggunakan sebuah pendekatan pembelajaran yang cocok.

“Dalam hal ini yang saya pilih adalah pendekatan computational thinking yang di dalamnya mengandung core, yaitu dekomposisi, pengenalan pola, dan melakukan algoritma yang dapat digunakan untuk pembelajaran program linear sehingga siswa slow leraner dapat memahami materi program linear,” kata Andreast, yang jadi mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Matematika UAD selama 1 tahun, 8 bulan dan 27 hari.

Andreast sudah 9 tahun mengajar, 3 tahun (2012-2015) di SD Muhammadiyah Pakem Sleman dan 6 tahun (2015 – sekarang) di SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta.

Melihat apa yang diraih Andreast Wahyu Sugiyarta tersebut, Dekan FKIP UAD, Dr Trikinasih Handayani, MSi, berharap mahasiswa S2 yang ikut di FKIP UAD semakin meningkat lagi.

“Selain itu mahasiswa bisa meningkatkan kompetensinya sehingga dapat menjadi sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Trikinasih.

Menurutnya, mahasiswa yang lulus dengan IP terbaik dan tertinggi itu dapat membagikan pengalamannya yang baik selama di UAD kepada masyarakat.

Adanya kerjasama antara Majelis Dikdasmen PWM DIY dengan UAD ini, Farid Setiawan, M.Pd.I selaku Sekretaris Majelis Dikdasmen PWM Daerah Istimewa Yogyakarta berharap kerjasama pemberian beasiswa S2 dapat meningkatkan kompetensi dan kualifikasi akademik bagi guru-guru Muhammadiyah di DIY.

Bagi Farid Setiawan, studi S2 di UAD dipandang mampu membuka radius pergaulan intelektual yang lebih luas bagi para peserta program. “Sehingga wawasan mereka, baik yang terkait bidang keilmuan maupun pengembangan institusi pendidikan, dapat semakin meningkat,” kata Farid Setiawan.

Disampaikan Farid, Majelis Dikdasmen PWM DIY percaya dan yakin bahwa harapan tersebut dapat terwujud, mengingat adanya arah dan desain pengembangan S2 di UAD yang semakin baik.

“Dosen-dosen berkompeten dengan wawasan luas juga banyak yang berada di UAD,” ungkapnya.

Dan capaiannya ke depan seperti apa di DIY ini, Farid Setiawan, M.Pd.I, mengatakan, peserta program beasiswa S2 ini tidak sekadar memiliki peningkatan kompetensi dan kualifikasi akademik saja.

“Mereka didesain sebagai calon-calon pimpinan di sekolah atau madrasah Muhammadiyah di DIY. Oleh karena itu, ke depannya semua sekolah atau madrasah Muhammadiyah di DIY diharapkan dapat dipimpin oleh guru-guru yang berkualifikasi akademik minimal pada jenjang master atau S2,” papar Farid.

Apakah belajar di Magister Pendidikan Matematika FKIP UAD sulit? Disampaikan Dr Suparman, M.Si, DEA, Kaprodi Magister Pendidikan Matematika FKIP UAD, sebetulnya kuliah di Magister Pendidikan Matematika FKIP UAD tidak sulit.

“Karena para dosen kompeten dalam mendesain pembelajaran di kelas sehingga para mahasiswa mau belajar dan mampu menghasilkan luaran yang terukur, misalnya pengembangan perangkat pembelajaran, makalah yang dipresentasikan di seminar ilmiah, atau artikel yang dipublikasikan di jurnal ilmiah,” kata Suparman.

Menurutnya, sebanyak 3 lulusan Magister Pendidikan Matematika FKIP UAD dengan IPK 4,00 membuktikan bahwa belajar matematika tidak sulit. (Affan Safani Adham)

Sumber: Lulusan Magister Pendidikan Matematika FKIP UAD IPK 4,00 – Pojok Malioboro

Prodi MPMAT UAD Adakan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Penelitian dan Publikasi

Diikuti Guru Kelas SD dan Guru Matematika SMP/MTs di Bantul Program Studi (Prodi) Magister Pendidikan Matematika (MPMAT) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta bekerjasama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantul adakan “Pelatihan Peningkatan Kompetensi Penelitian dan Publikasi bagi Guru Kelas SD dan Guru Matematika SMP/MTs di Kabupaten Bantul”, Sabtu (17/7/2021), melalui Google Meeting.

Tujuan workshop atau pelatihan ini untuk meningkatkan kompetensi para Guru Kelas SD dan Guru Matematika SMP/MTs di lingkungan Dinas Dikpora Kabupaten Bantul. “Khususnya kemampuan dalam melakukan penelitian dan mempublikasikan hasil penelitian dalam bentuk karya ilmiah di jurnal ilmiah,” kata Dr Suparman, MSi, DEA, Ketua Program Studi (Prodi) Magister Pendidikan Matematika (MPMAT) FKIP UAD Yogyakarta.

Workshop ini, kata Suparman, sangat diperlukan oleh para guru. “Mengingat menghasilkan karya ilmiah yang dipublikasikan di jurnal ilmiah masih menjadi masalah bagi para guru,” terang Suparman.

Terlebih, guru memerlukan karya ilmiah yang dipublikasikan sebagai syarat kenaikan pangkat. Dan mengikuti workshop penelitian serta publikasi ini merupakan salah satu upaya pengembangan diri bagi guru dalam menghadapi tuntutan profesi. “Agar para guru tetap unggul, baik di masa kini maupun masa mendatang,” ungkap Suparman.

Dikatakan Suparman, dengan memiliki kemampuan dalam melakukan penelitian dan publikasi, para guru akan mudah dalam penyebarluasan pelbagai hasil pengembangan dan temuan ilmu pengetahuan di masyarakat luas.

Workshop penelitian dan publikasi yang diikuti secara online oleh 100 guru Matematika SMP/MTs dan guru kelas SD itu dibuka Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Kabupaten Bantul, Drs Isdarmoko, M.Pd, M.Par, didampingi Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) SMP Dr Suprapto, M.Si.

Workshop semacam ini telah dilakukan oleh Program Studi Magister Pendidikan Matematika FKIP UAD secara rutin. Namun, workshop bagi guru Matematika SMP/MTs dan guru kelas SD di lingkungan Dinas Dikpora Kabupaten Bantul baru pertama kali dilakukan. Rencana, workshop ini akan dilakukan sebanyak 4 kali dalam kurun waktu 4 minggu ke depan.

Pemateri workshop adalah para dosen Magister Pendiidikan Matematika FKIP UAD, di antaranya Dr Suparman, MSi, DEA, Dr Andriyani, M.Si dan Anggit Prabowo, M.Pd.

Dalam pengantarnya, Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Bantul menyampaikan bahwa kegiatan ini mendukung kebijakan Permen PAN dan RB 16 Tahun 2009. “Utamanya terkait kenaikan jabatan fungsional guru,” kata Drs Isdarmoko, M.Pd, M.Par.

Menurut Isdarmoko, nilai angka kredit guru tinggi untuk komponen pendidikan. “Namun rendah untuk pengembangan keprofesian berkelanjutan, terutama pada publikasi ilmiah,” papar Isdarmoko, yang mengucapkan terima kasih kepada UAD karena telah melakukan kerjasama dalam bentuk workshop penelitian dan publikasi bagi para guru.

Sedangkan Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) SMP, Dr Suprapto, M.Si, menambahkan, kegiatan ini jadi kesempatan bagus. “Karena diperlukan dalam kenaikan pangkat guru di Bantul yang terkendala di publikasi,” kata Suprapto.

Banyaknya penelitian dan publikasi merupakan salah satu indikator yang menunjukkan di sekolah tersebut memiliki sumber daya manusia yang unggul. Dan, mereka semua merupakan modal utama untuk melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan dalam segala bidang.

Ditambahkan Suparman, penelitian merupakan suatu upaya yang dilakukan dengan menggunakan metode ilmiah dalam rangka menemukan solusi terhadap suatu permasalahan yang timbul.

“Sedangkan hasil penelitian yang dituliskan dalam bentuk karya ilmiah serta dipublikasikan di jurnal ilmiah merupakan upaya diseminasi agar hasil penelitian dapat dibaca dan diaplikasikan oleh orang lain,” kata Suparman.

Dengan demikian, penelitian dan publikasi dapat menjaga keberlangsungan iptek agar manfaatnya bisa dirasakan oleh siapapun. “Termasuk guru,” tandas Suparman.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ajang berbagi pengalaman dan kerjasama. Dan pada akhirnya akan dapat meningkatkan jumlah karya ilmiah berupa artikel yang dipublikasi oleh dosen dan mahasiswa Prodi Magister Pendidikan Matematika FKIP UAD Yogyakarta.

Publikasi dosen dan mahasiswa merupakan salah satu keunggulan dari Prodi Magister Pendidikan Matematika FKIP UAD Yogyakarta (Affan).

Bagi para peserta pelatihan, sertifikat kegiatan dapat diunduh di sini.

 

ORIENTASI PRODI DAN KULIAH PERDANA MAGISTER PENDIDIKAN MATEMATIKA SEMESTER GENAP 2020/2021


Mengawali kegiatan perkuliahan Semester Genap tahun akademik 2020/2021, Program Studi Magister Pendidikan Matematika (MPMAT) FKIP UAD adakan Orientasi Prodi dan Kuliah Perdana via daring. Kegiatan rutin tiap awal semester ini dihadiri oleh mahasiswa baru dan mahasiswa aktif lainnya beserta dosen pengampu masing-masing mata kuliah acara diawali dengan sambutan oleh Dr. Suparman, M.Si., DEA. selaku Ketua Program Studi.

Pada kuliah perdana kali ini, Sabtu, 6 Maret 2021, MPMAT menghadirkan Prof. Dr. Hardi Suyitno, M.Pd. sebagai narasumber yang kemudian acaranya dimoderatori oleh Dr. Andriyani, M.Si. Diakui oleh Prof. Hardi bahwa beliau yang merasa lebih berpengalaman dalam bidang kualitatif dari pada kuantitatif dengan mengusung konsep belajar mengajar di Finlandia yang menyebutkan Sedikit mengajar, banyak belajar Prof Hardi tidak merasa terbebani  untuk menjadi narasumber di kuliah perdana kali ini dengan mengusung tema Desain Penelitian Mixed Method di Masa Pandemi.

“Dalam Six Mixed Methods Design Strategies saya lebih menekankan kepada Sequential Explanatory, Sequential Exploratory dan Concurrent Triangulation karena yang lebih sering digunakan dan sering kita amati serta kita lihat,” ujar Prof. Hardi. Adapun Six Mixed Methods Design Strategies yang disampaikan  diantaranya yaitu Sequential Explanatory, Sequential Exploratory, Sequential Transformative, Concurrent Triangulation, Concurrent Nested dan Concurrent Transformative.

Prof. Hardi menuturkan bahwa dalam proses perkuliahan beliau lebih senang mengajar mahasiswa jenjang S2 karena selama proses pembelajaran mahasiswalah yang akan mengajar. Dan untuk mahasiswa S3 baik dosen dan mahasiswa akan akan sama-sama belajar. Sedangkan untuk jenjang S1 dosenlah yang akan mengajar.

Dengan tema yang diangkat oleh Prof. Hardi ini diharapkan mahasiswa  dapat menghadapi tantangan baru dalam proses pengerjaan tesis dan penelitian dimasa pandemi COVID-19 dengan berpikir kritis dan dinamis.

MPMat UAD adakan Pelatihan Pembelajaran Matematika Berorientasi HOTS

Harus diakui, pembelajaran matematika sampai sekarang masih dianggap sulit. Kesan itu, ada pada siswa, orangtua bahkan gurunya sendiri. Hal ini terjadi karena pembelajaran matematika disampaikan guru-guru konvensional, materinya kurang kontekstual. Ada baiknya, mata pelajaran apapun, isi dan cara pembelajaran disampaikan sesuai zamanya, apalagi menghadapi siswa generasi milenial. Misalnya dengan pembelajaran matematika berorientasi Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Demikian diungkapkan Dr. Supinah, dosen Magister Pendidikan Matematika (MPMat) Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam Workshop Pembelajaran Matematika HOTS di kampus 2 UAD, Selasa (30/04/2019). Kegiatan tersebut dibuka dan diberi pengantar Dr. Suparman, M.Si., DEA., Kaprodi MPMat Program Pascasarjana UAD. Workshop diikuti guru Matematika SMP dan SD se-Kabupaten Bantul dan sekitarnya.

Menurut Dr. Supinah, HOTS bukan mata pelajaran. HOTS adalah tujuan akhir melalui pendekatan, proses, metode pembelajaran. HOTS dapat ditanamkan melalui pembelajaran berbasis masalah. “Dari masalah yang ada dipelajari, mengeksplorasi pengalaman siswa agar muncul solusi. Penerapan HOTS dilakukan dengan memanfaatkan pengalaman belajar melalui proses kreatif,” tandasnya.

Dr. Suparman dalam pengantar antara lain, mengatakan, bahwa kurikulum di MPMat UAD didesain dapat diselesaikan dalam 3 semester. Untuk mendorong agar cepat selesai, proses penulisan tesis sudah mulai didesain sejak semester pertama. Untuk menambah daya saing global, MPMat memiliki program unggulan yaitu Student Mobility ke perguruan tinggi di luar negeri Singapura, Malaysia dan Thailand. Di sana mereka mempresentasikan karya ilmiahnya dan dipublikasikan di jurnal/prosiding internasional terindeks Scopus. (Jay,Agt)

Materi pelatihan dapat didownload di sini.

MAHASISWA MAGISTER PENDIDIKAN MATEMATIKA SEMESTER GENAP 2018/2019 HADIRI ACARA STADIUM GENERALE DAN ORIENTASI MAHASISWA BARU PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS AHMAD DAHALAN

Auditorium Kampus 3 UAD (09/03/2019), stadium general mahasiswa baru Pascasarjana semester genap 2018/2019 yang diselenggarakan oleh Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan kali ini mengangkat  tema “Kebijakan Pemerintah Dalam Bidang Ekonomi Untuk Mendukung Pencapaian SDGs” dengan menghadirkan Dr. Taufik Hidayat, M.Ec selaku Direktur Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) sebagai narasumber dan acara berlangsung diluar ekspektasi panitia penyelenggara dimana minat peserta yang hadir sangat tinggi dan membludak hingga membuat Auditorium Kampus 3 UAD penuh sesak hingga pelataran Auditorium. Peserta yang sudah ditarget yang maximal 350 mahasiswa, namun ternyata saat acara berlangsung mahasiswa yang hadir menjadi total 379 peserta. Tidak hanya Direktur (Prof. Dr., H. Achmad Mursyidi, M.Sc., Apt.)  dan Wakil Direktur Program Pascasarjana (Dr. Ir. Dwi Sulisworo, M.T) saja yang hadir, namun Rektor Universitas Ahmad  Dahlan, Dr. Kasiyarno, M.Hum juga turut hadir. Sambutan yang diberikan oleh Direktur dan Wakil Direktur Program Pascasarjana dan Rektor UAD  menjadi pertanda bahwa acara telah dimulai. Setelah sambutan, acara diawali oleh salah satu dosen Magister Pendidikan Matematika yang saat itu hadir sebagai moderator, Dr. Puguh Wahyu Prasetyo, S.Si., M.Sc.

Pada kuliah umum yang disampaikan oleh Dr. Taufik Hidayat, M.Ec diantaranya membahas perihal Sustainable Development Goals, Pilar Pembangunan Sosial Ekonomi, Proses Implementasi Sustainable Development Goals, Kebijakan Pemerintah tentang Sustainable Development Goals, Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2019, Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah (MAKSI), Implementasi Sustainable Development Goals melalui KNKS, Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), Implementasi Keuangan Syariah, Zakat dan Wakaf dalam Sustainable Development Goals, dan Peran Serta Perguruan Tinggi. ”Target pencapaian pada tahun 2024 diharapkan Indonesia sebagai global hub, Indonesia sebagai center of islamic economic studies, pangsa pasar perbankan syariah sebesar 20,7%, dan spin off unit usaha syariah (UUS) takaful dan retakaful ,” ujar Dr. Taufik Hidayat, M.Ec.

Salah satu mahasiswa Magister Pendidikan Matematika mengungkapkan, “Saya salut sama Yogyakarta sebagai kota pendidikan. SGDs di Kota Sorong kerjasama kami dengan pemerintah belum didukung karena pemerintah merasa SGDs seperti membuat program diluar dari kementrian atau dinas terkait. Hanya saja alhamdulilah yang menggerakan SGDs adalah pihak millenial dan simpatisan. Awalnya saya pernah komplen karena SGDs asalnya dari PBB, saya khawatir kerena di Papua Barat apabila kami memberikan laporan kepada SGDs yang dimana kita ketahui bersama bahwa negara luar mendukung kemerdekaan Papua, maka akan mendukung program mereka terutama terkait HAM. Tapi jujur saya salut apabila SGDs dikaitkan dengan ekonomi berbasis syariah,” ungkap Yusuf Muri Salampessy.

Stadium Generale yang selesai pada pukul 11.00 kemudian dilanjutkan lagi pukul 13.00 – 15.00 masuk ke sesi Orientasi Mahasiswa Baru. Pada sesi ini dihadari oleh beberapa perwakilan unit di UAD yaitu diantaranya dari Bimawa (Dr. Dedi Pramono, M.Hum), Biskom (Arif Rahman, M.Kom) , dan Asmapada (Rahmat Fitriyanto dan Dwi Pamungkas). Masing-masing unit menjelaskan kepada mahasiswa baru terkait pelayanan-pelayanan yang dapat dinikmati sebagai mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan dan memberikan sedikit motivasi serta rasa terimakasih telah memilih Universitas Ahmad Dahlan sebagai tempat untuk melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang S-2. Diakhir acara, acara ditutup dengan pembagian sertifikat.

HADIRI 1ST INTERNATIONAL CONFERENCE OF EDUCATION AND LEARNING IN A CHANGING WORLD, TUJUH MAHASISWA MAGISTER PENDIDIKAN MATEMATIKA MENDAPAT NOMINASI BEST PAPER AWARD

Thailand (17/02/2019), 14 mahasiswa Magsiter Pendidikan Matematika mendapat kesempatan untuk menghadiri dan mempresentasikan Paper mereka  dalam acara 1st International Conference of Education and Learning in a Changing World di Thaksin Univeristy, Thailand. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Student Mobility tahun ini juga di ikuti oleh Magister Psikologi Profesi dan Sains UAD yang turut serta berangkat  ke acara 1st International Conference of Education and Learning in a Changing World. Hadirnya tamu bagi Program Studi Magister Pendidikan Matematika disambut dengan tangan terbuka oleh Prodi dan sebagai pertanda baik bagi Prodi dengan memberikan bukti nyata bahwa program tahunan yang diadakan yakni student mobility, berdampak positif dan memiliki peminat yang tinggi untuk turut ikut serta.

Sebelum mahasiswa berangkat ke Thaksin University, Thailand, mahasiswa sudah dibimbing jauh-jauh hari oleh Kaprodi Magister Pendidikan Matematika, Dr. Suparman, M.Si., DEA baik mahasiswa Magsiter Pendidikan Matematika maupun mahasiswa Magister Psikologi Profesi dan Sains. Mahasiswa dibimbing, dilatih, dan diawasi langsung oleh beliau selama masa persiapan sebelum menghadiri acara tersebut. Materi yang akan dipresentasikan oleh mahasiswa juga dikoreksi langsung oleh Bapak Dr. Suparman, M.Si., DEA. bersama mahasiswa yang kemudian mahasiswa mempraktekan satu-persatu untuk mempresentasikan materi paper mereka baik itu dihadapan Kaprodi Mapro dan Sains, dosen, serta mahasiswa lainnya. Tak disangka dari 14 mahasiswa Magister Pendidikan Matematika UAD yang mempresentasikan paper mereka saat itu tujuh mahasiswa diantaranya mendapat nominasi sebagai Best Paper Award, yaitu Bustanika Luthfi H, Nita Novianti, Noor Aini, Sisi Pitriyana Et. Al, Balu Hidayati, Ina Riyati, Syah Fathi Azzatia.

14 mahasiswa MPMat saat selesai mempresentasikan paper
mereka di Thaksin University, Thailand

          Bapak Kaprodi MPMat, Dr. Suparman, M.Si., DEA. saat melakukan penyerahan  cindera
          mata kepada RIDZWAN BIN CHE’ RUS, PhD

 

MILAD PASCASARJANA, DOSEN MPMAT TAK MAU KALAH AMBIL PERAN

      Anggit Prabowo, M.Pd. Dr. Rully Charitas Indra Prahmana, M.Pd. (foto dari kanan)Anggit Prabowo, M.Pd.  dan Dr. Rully Charitas Indra Prahmana, M.Pd.
(foto dari kanan)

Lapangan Bardosono (22/01/2019), dari serangkaian Milad Pascasarjana yang ke-15, lomba Futsal adalah salah satunya. Menariknya Lomba Futsal kali ini tidak hanya diperuntukan bagi mahasiswa, tapi juga untuk Dosen dan Staf Pascarsajana di UAD sebagai salah satu bentuk partisipasi dalam acara Milad. Dari MPMat sendiri dosen yang ikut serta dalam perlombaan futsal adalah Dr. Rully Charitas Indra Prahmana, M.Pd. dan Anggit Prabowo, M.Pd. yang semangatnya tidak kalah membara dengan mahasiswa lainnya yang mengikuti lomba futsal di Lapangan Bardosono saat itu. “Gila .. skill dosen MPMat (Pak Rully) bagus banget loh, tak akui jago beliau mainnya.” ungkap Faiz, salah satu Staf Magister Psikologi Sains. Sedangkan perwakilan dari mahasiswa MPMAt sendiri ada Janu Trasne, Suhendri, Fahri Abdulrahman, Tio Akma, dan Muh Suhuddinul Islam. Perlombaan yang dihadiri langsung oleh Direktur Pascasarjana, Prof. Dr., H. Achmad Mursyidi, M.Sc., Apt. saat peresmian dan perlombaan disambut meriah oleh seluruh pengunjung Lapangan Bardosono. Besar harapannya perlombaan futsal ini dapat semakin mempererat persaudaraan keluarga besar Pascasarjana UAD baik sesama Staf, Dosen, maupun Mahasiswa.

Janu Trasne (kiri atas), Suhendri (tengah atas), Fahri Abdulrahman (kiri atas),
Tio Akma (tengah bawah), Muh Suhuddinul Islam (kanan bawah)

 

 

Hasil Ujian Nasional 2018

Hasil Ujian Nasional 2018 dapat diakses pada Aplikasi PAMER UN (Pengoperasian Aplikasi Laporan Pemanfaatan Hasil Ujian Nasional) yang merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Puspendik Litbang Kemdikbud untuk analisis terhadap lembar jawaban siswa dalam Ujian Nasional. Untuk mendapatkan aplikasi tersebut silahkan unduh di sini.

Prodi MPMat adakan Workshop Pembelajaran Matematika dan Karakter bagi Guru Matematika di Kota Yogyakaarta

Yogyakarta – Bertempat di Kampus 2 unit B UAD, Kamis 10 Januari 2019, Program studi Magister Pendidikan Matematika (MPMat) UAD menyelenggarakan Workshop Strategi Pembentukan Karakter Positif Peserta Didik melalui Pembelajaran Matematika. Hadir sebagai nara sumber kegiatan tersebut adalah Sugiyarto, M.Si., Ph.D., dosen FMIPA Universitas Ahmad Dahlan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen program studi dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi terutama pengabdian kepada masyarakat pendidikan serta sebagai sarana program studi untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada guru-guru matematika SMP, SMA, dan SMK di Kota Yogyakarta dalam menanamkan karakter positif kepada anak didik melalui pembelajaran matematika.  

Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Program Studi MPMat, Dr. Suaprman, M.Si., DEA. didampingi Sekretaris program studi, Anggit Prabowo, M.Pd. Dalam sambutannya, Dr. Suparman, M.Si., DEA. menyampaikan informasi tentang program studi MPMat, diantaranya adalah program studi MPMat UAD memiliki berbagai keunggulan diantaranya adalah telah terakreditasi B oleh BAN-PT, program berbagai beasiswa, study tour ke luar negeri, penerimaan mahasiswa per semester, dan desain perkuliahan yang dapat diselesaikan cukup dalam 3 semester (1,5 tahun).

Sementara itu, Sugiyarto, Ph.D. menekankan bahwa penanaman karakter tidak cukup disampaikan secara lisan, namun guru harus memberikan tauladan kepada anak didik. Selain itu, orientasi dalam mendidik anak janganlah pada fasilitas yang diberikan namun realitas yang ditunjukkan kepada anak.