Matematika Tak Lagi Sulit, Dosen MPMAT UAD Kembangkan Pembelajaran Berbasis Lokal

Gambar 1. Foto kegiatan tim peneliti MPMat UAD dan Peneliti Jepang
Yogyakarta, 2 Mei 2026 — Dosen Program Magister Pendidikan Matematika Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terus mengembangkan inovasi pembelajaran matematika yang relevan dengan kebutuhan peserta didik dan konteks budaya lokal. Penelitian ini bertajuk pengembangan pembelajaran matematika berbasis lokal material. Tim peneliti MPMat UAD melakukan kajian di sejumlah sekolah negeri dan swasta di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Penelitian tersebut dipimpin oleh Nur Robiah Nofikusumawati Peni, M.Ed., Ph.D. in Ed bersama Prof. Rully Charitas Indra Prahmana. Kegiatan penelitian berlangsung pada 28 April hingga 2 Mei 2026. Kegiatan melibatkan berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Penelitian ini merupakan hasil kolaborasi dosen MPMat UAD bersama para dosen dari tim Jepang. Tim berasal dari berbagai universitas seperti Hiroshima University, University of Fukui, Naruto University of Education dan Okayama University of Science.
Penelitian MPMAT UAD Dorong Pembelajaran Matematika Berbasis Local Material di Sekolah DIY
Fokus utama penelitian ini adalah mengembangkan model pembelajaran matematika yang memanfaatkan lokal material sebagai bagian dari proses belajar. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membuat pembelajaran matematika lebih kontekstual, dekat dengan kehidupan peserta didik, serta meningkatkan pemahaman konsep secara lebih mendalam.
Menurut tim peneliti, “Penting bagi pendidik untuk senantiasa kreatif dalam menghidupkan suasana belajar. Dengan mengangkat konteks budaya dan keseharian peserta didik ke dalam materi matematika, kita tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga menanamkan akar budaya dan semangat nasionalisme sejak dini”.

Gambar 2. Proses pembelajaran berbasis budaya lokal
Penggunaan konteks lokal dalam pembelajaran matematika menjadi langkah penting untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Selama ini, matematika masih sering dianggap sebagai pelajaran abstrak dan sulit dipahami oleh sebagian peserta didik. Karena itu, integrasi unsur lokal dinilai dapat membantu peserta didik memahami konsep melalui pengalaman yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
Penelitian dilakukan di sejumlah sekolah negeri maupun swasta di wilayah DIY dengan pengamatan langsung terhadap proses pembelajaran dan kebutuhan peserta didik di setiap jenjang pendidikan.
Selain pengumpulan data, tim peneliti telah melaksanakan siklus lesson study selama empat bulan berturut-turut melalui tahapan plan-do-see. Proses ini diawali dengan
fase plan, di mana guru dan peneliti berkolaborasi merancang modul ajar berbasis integrasi budaya. Rancangan tersebut kemudian diimplementasikan pada tahap do. Sebagai penutup, tahap see diisi dengan refleksi mendalam mengenai efektivitas strategi pembelajaran, pemahaman karakteristik peserta didik, serta temuan-temuan krusial selama proses instruksional berlangsung.
Melalui penelitian ini, dosen MPMAT UAD berharap dapat menghasilkan model pembelajaran matematika inovatif yang tidak hanya memperkuat kemampuan akademik peserta didik. Namun mendukung pelestarian nilai dan potensi lokal di lingkungan pendidikan.
Penelitian ini menjadi bentuk komitmen MPMAT UAD dalam mendorong pengembangan pendidikan matematika yang adaptif, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.


